KISAH INSPIRATIF DIFFA: RAIH MIMPI
HINGGA FILIPINA
Langkah kecil menuju
mimpi besar. Diffa Isnaini Kay, salah satu dari empat mahasiswa yang berhasil
mewujudkan mimpi belajar di luar negeri melalui program pertukaran pelajar di
University of Mindanao, Filipina (21/10/2024). Foto: Diffa Isnaini Kay.
Bekasi — Mengikuti program pertukaran pelajar
ke luar negeri adalah mimpi banyak mahasiswa, dan Diffa Isnaini Kay, mahasiswa
semester lima dari Fakultas Ilmu Komunikasi Universitas Bhayangkara Jakarta
Raya, telah berhasil mewujudkannya. Diffa berbagi cerita inspiratifnya tentang
perjalanan menjadi salah satu dari empat mahasiswa yang lolos dalam program
pertukaran pelajar ke University of Mindanao, Filipina.
Perempuan yang lahir di Solo ini menjelaskan bahwa informasi
terkait program pertukaran pelajar datang dari kaprodinya. “Awalnya saya
mendapat kabar dari kaprodi melalui telepon. Beliau bilang, ‘Diffa, ini ada
seleksi pertukaran pelajar, tapi harus izin dulu ke orang tua karena akan sibuk
dan panjang prosesnya.’ Setelah mendapat izin dari orang tua, saya memutuskan
untuk mencoba,” ujar Diffa saat diwawancarai, pada Selasa (14/12/2024).
Diffa Isnaini Kay
menjadi MC di acara Seminar Internasional Dies Natalis ke-18 FIKOM Ubhara Jaya
dengan tema 'Collaboration Towards
Futuristic and Dynamic Quality of Higher Education' (27/6/2024). Foto:
Diffa Isnaini Kay.
Sebelum mengikuti seleksi pertukaran pelajar, Diffa sudah
aktif di berbagai kegiatan di kampus, termasuk menjadi Master Of Ceremony (MC) dan moderator dalam acara-acara kampus
maupun di luar kampus. Ia sering dipanggil oleh fakultas untuk menjadi MC dalam
acara berbahasa Inggris, seperti kuliah umum, dan juga berperan sebagai
moderator di seminar-seminar pemerintah di Bekasi. Pengalaman ini membuatnya
semakin percaya diri dalam mengikuti seleksi, terutama dalam tes dan wawancara
bahasa Inggris yang menjadi bagian dari proses seleksi.
Tahapan seleksi dimulai pada bulan Maret dengan Test Of English as a Foreign Language
(TOEFL) dan psikotes. Dari 60 peserta yang berasal dari berbagai fakultas,
seleksi kemudian dipersempit menjadi 16 orang, lalu empat orang yang akhirnya
berhasil lolos. “Setelah tes TOEFL, ada wawancara bahasa Inggris dan wawancara
kompetensi. Saat diumumkan lolos, kami juga harus menjalani pelatihan bahasa
Inggris dan pemeriksaan kesehatan,” tambah Diffa.
Selama tiga bulan, dari 2 Agustus hingga 1 November, Diffa
harus beradaptasi dengan sistem pendidikan yang jauh lebih disiplin. “Di sana,
jadwal belajar sangat padat, dari Senin sampai Sabtu, pukul 09.00 pagi hingga
18.00 sore. Setiap hari kami harus siap dengan kuis dadakan, tugas, hingga
presentasi,” katanya. Meski mengakui sempat mengalami gegar budaya dan kelelahan, pengalaman itu
mengajarkannya untuk lebih menghargai waktu.
Diffa Isnaini kay
bersama teman-teman program pertukaran pelajar menunjukkan kebersamaan dalam
perjalanan akademik dan sosial di University of Mindanao, Filipina (5/8/2024).
Foto: Diffa Isnaini Kay.
Bukan hanya tantangan akademik, tetapi juga sosial. Diffa
mengungkapkan kekagumannya pada keramahan teman-teman barunya. “Meski bahasa
Inggris saya grammar-nya tidak
sempurna, mereka tetap suportif dan memahami. Kadang, kalau terlalu lelah, kami
bahkan menggunakan bahasa tubuh,” tambahnya sambil tertawa.
Perempuan kelahiran 24 Oktober 2003 ini juga merasa kagum
dengan tingkat keamanan di Filipina. “Di sana, orang sangat menghormati hukum.
Bahkan keluar malam pun saya merasa aman. Berbeda dengan di sini, di Filipina
hanya sekali saya mengalami catcalling,”
ungkapnya.
Diffa sukses memandu
acara besar di Universitas Mindanao dengan penuh percaya diri dan interaksi
yang memukau (3/10/2024). Foto: Diffa Isnaini Kay.
Mengakhiri ceritanya, Diffa memberikan pesan yang
menginspirasi. “Jangan pernah berhenti bermimpi, karena tidak ada yang tidak
mungkin. Peluang bisa datang kapan saja, bahkan di saat yang tidak terduga,”
tuturnya. Ia juga bersyukur karena seluruh biaya program, mulai dari tiket
pesawat hingga kebutuhan sehari-hari, ditanggung sepenuhnya oleh kampus.
Diffa Isnaini Kay adalah bukti bahwa keberanian dan kerja
keras mampu membuka pintu menuju pengalaman berharga yang tak terlupakan. Bagi
mahasiswa lain, ia adalah inspirasi untuk terus berusaha dan meraih mimpi.

Posting Komentar